Bandung Sejuk Bukan Dingin

 

Dingin di sini aku bersamamu , tak ingin aku pisah denganmu; 

"Bandung mengajariku kenyamanan dan tak ingin ku pisah darinya"

-Fausyiah Sasmitha


Waktu begitu cepat, sedihku hingga saat ini belum hilang juga, saya sangat lelah saat melihat diriku yang masih menyalahkan diriku sendiri ini. Saya butuh waktu yang sangat lama untuk hal ini. Hal yang saya perjuangkan dari dulu 2016. 

Semangatku waktu berpamitan dengan keluarga dan akan berangkat, saya pikir saya tidak akan kembali lagi karena saya sudah merasa yakin dan nyaman berada di kota yang seharusnya tempat tinggalku sekarang, ternyata bukan itu yang di maksud dengan yakin dan kenyamanan. Hariku setiap hari bagaikan orang tersibuk saat itu hingga sekarang, orang-orang terdekatkupun tahu kalau saya sangat ingin terus-menerus keluar kost, mungkin yakin  

Saya kira itu kabar bahagia darimu, entah bagaimana caranya saya menyampaikan hal ini ke teman dekatku. Rasa bahagiaku yang kala itu bagaikan saya benar-benar percaya dengan rezeki darimu. tapi bodohnya saya sampai lupa ucap syukur untukmu, sampai tiba harinya saya bertanya kembali kepadanya untuk kejelasan hal ini.

Kembali kesana memperjuangkan apa yang saya inginkan sejak dulu,

membuka lembaran planning lagi yang sempat saya tutupi dengan lembaran lainnya,

saya sadar, saya harus mengikuti kata ayah dan ibu untuk tidak kembali kesana dulu saat ini,

betul kata dosen favorit salah satu di kampus S1 saya; tiket menuju apa yang kita inginkan adalah restu dari kedua orang tua.

Comments

Popular posts from this blog

Penyuluhan Apoteker di Pedalaman Halmahera Utara, Desa Dorume

Bangkit Lagi