Posts

Penyuluhan Apoteker di Pedalaman Halmahera Utara, Desa Dorume

Image
         "Ibu, saya mau izin bantu teman penyuluhan tentang pengelolaan obat yang benar di puskesmas Dorume ibu, desa sangat terpencil yang itu hari saya izin mau ikut upacara 17 Agustus hehe ibu tahu kan maksudku". Tiap mau melakukan sesuatu alhamdulillah komunikasi sama orang tua tidak pernah putus. Merekalah penyemangat saya selama di tanah rantau ini.           "Sebab, ku pilih menjadi anak rantau agar saya semakin kuat dan tegar mengahadapi masalah-masalah. Memang sulit jauh dari orang tua. Memang sulit hanya sebatang kara di tanah rantau ini. Tapi dengan berinteraski langsung sama masyarakat, rasa sedih rindu ketemu ayah ibu hilang seketika. Tidak tahu kalau tiba-tiba rindu lagi. Berat".          Kementerian Kesehatan  tlah mewujudkan mimpi saya menjadi bagian anggota keluarga Nusantara Sehat. Yeehh euforia bersama ayah dan ibu, padahal sampai sekarang mereka berdua masih sedih karena saya merantu jau...

Bangkit Lagi

Jauhku datang padamu, kuingin belajar lebih darimu yang tak pernah mengenal lelah. Engkau sangat semangat sekali mengejar mimpi itu hingga pernah merasakan “jenuh” oh, tidak, saya hampir menyerah dimana saya kehilangan semangat. Bukan main, saat mengetahui saya gagal, “saya menangis keras, ada ibu dan temanku yang memeluk saya. Padahal saat itu saya puasa, ya ampun batallah puasaku”. Tak pernah kusalahkan Allah karena sebelum saya buka pengumuman itu, saya selalu ingat dengan kata-kata senior saya “Mit, sebelum buka pengumuman harus sudah terima kenyataa yah. Baik itu gagal atau lolos, supaya kamu tidak merasakan sakitnya gagal memujudkan mimpi kamu” Kukejar matahari itu hingga tenggelam dan terbit lagi, rasa lelah saat belajar tak pernah keluar dari mulutku.  Semangatku bangkit ketika saya memikirkan kedua orang tuaku “saya harus kembali bangkit lagi, jangan tanya mengapa saya bisa begini tapi bagaimana saya bisa bangkit lagi”, akhirnya saya mekar pada waktuku sendiri. Terima kasi...

Pernah "Hampir" Menyerah

Image
Kemarin saya berpergian jauh untuk menyembuhkan kegagalanku dan tidak ingin ku bersedih lagi, segala keadaan selalu ku pasrahkan. Entah mengapa kegagalan itu terus-menerus menghantuiku. Ini bukan cerita tentang cinta.          Kemarin saya berjuang bersama teman-teman, mengerjakan laporan dan belajar bersama saat menjelang malam. Hari-hariku tidak pernah lelah tanpa semangat hampir seperti cara minum obat belajarku yaitu tiga kali sehari. Selesai ketemu dosen bimbingan laporan saya mengikuti bimbingan belajar di kampus dan melanjutkan belajar kelompok dengan waktu empat jam lebih, kita menikmati pembahasan pelajaran itu sambil menikmati cemilan. Bagaimana mungkin orang bisa belajar dengan durasi waktu yang lama tanpa mengisi perut, mau nyiut nyiut kah lambung kamu itu. tanyaku. Setelah saya mengulang semuanya dengan metode baru tanpa mengingat kegagalanku, akhirnya saya berhasil melewati ujian yang kedua kalinya. Cerita ini akan saya lanjutkan unt...

Having with six women in Bira Beach, Bulukumba

Image
Liburan pertama dengan jarak 204 kilometer dari Makassar menuju pantai Bira Bulukumba Sulawesi - Selatan dan hanya saya yang menyetir hahaha, ini sungguh perjalanan sangat melelahkan tapi coba bayangkan sendiri ketika kalian sudah sampai dan semuanya itu terbayarkan. Saya sangat menyukai ketika matahri terbenam dan suara ombak yang sangat merdu.                                        Foto di pagi hari berlatar pantai Bira bersama wanita-wanita yang tidak takut akan liburan tanpa laki-laki haha sesungguhnya saya sangat khawatir waktu itu karena ini perjalanan sangat jauh. Wahhhh ini salah satu foto kesukaan saya selama saya snorkeling, snorkeling di pulau Liukang Loe, pantai Bira sudah 4 x dong dan ini the best lah. Btw saya sangat berterima kasih kepada salah satu six women yang foto saya haha tapi maaf saya tidak tahu siapa yang foto ini. Hai, ini teman saya t...

Saya Tidak Sendiri Waktu Itu

Image
Saya sangat menyukai sunset di sini, membuatku berada di dunia yang berbeda. jauhku jalan tanpa mengenal jarak dan waktu demi menyembunyikan luka hati ini yang akan segera sembuh. Sangat menyukai Pantai di sini, membuatku nyaman tanpa ada yang mengganggu kecuali ibu-ibu yang menawarkan pijatan tangannya. Juga menyukai tempat ini yang sudah lama saya nantikan membuatku sangat berterima kasih dengan waktu yang sangat berharga karena waktu ini sangat cepat sehingga saya tidak begitu menikmati kopi di sini (Titik Temu Coffe). Tempat tinggalku dengan durasi 4 hari merasakan seperti rumah sendiri dengan akses lokasi yang sangat bagus dan tidak membuat jalan terlalu jauh melangkahkan kaki ini untuk keluar menikmati angin malam. Makanan yang sangat sederhana dengan biaya sangat murah membuatku ingin kembali ke sini lagi menikmati Nasi Jinggo.  Ini saya sewaktu seharusnya untuk kembali pulang kerumah tanpa mengingat masa lalu yang sangat sakit membuatk...

Bandung Sejuk Bukan Dingin

Image
  Dingin  di sini aku bersamamu , tak ingin aku pisah denganmu;  "Bandung mengajariku kenyamanan dan tak ingin ku pisah darinya" -Fausyiah Sasmitha Waktu begitu cepat, sedihku hingga saat ini belum hilang juga, saya sangat lelah saat melihat diriku yang masih menyalahkan diriku sendiri ini. Saya butuh waktu yang sangat lama untuk hal ini. Hal yang saya perjuangkan dari dulu 2016.  Semangatku waktu berpamitan dengan keluarga dan akan berangkat, saya pikir saya tidak akan kembali lagi karena saya sudah merasa yakin dan nyaman berada di kota yang seharusnya tempat tinggalku sekarang, ternyata bukan itu yang di maksud dengan yakin dan kenyamanan. Hariku setiap hari bagaikan orang tersibuk saat itu hingga sekarang, orang-orang terdekatkupun tahu kalau saya sangat ingin terus-menerus keluar kost, mungkin yakin   Saya kira itu kabar bahagia darimu, entah bagaimana caranya saya menyampaikan hal ini ke teman dekatku. Rasa bahagiaku yang kala itu bagaikan ...

Sepanjang Jalan Itu Indah. Part 1

Hai kak,  Saya punya cerita sewaktu saya memiliki keinginan pergi ke tempat yang paling indah di dunia ini, saya tipe suka balap saat berkendara, tapi tempat yang saya ingin tujui saya ingin jalananya mulus semulus aspal, mungkin ada jalanan yang rusak sehingga jauh-jauh hari saya bertanya ke kawan saya untuk mencari tahu bagaimana jalanan menuju ketempat itu, saya mempelajari dimana titik jalanan yang musti saya lewati dengan pelan-pelan, ada sekitar 4 jam tiap hari saya pelajari jalanan itu. hari ke 10 saya sudah mantap mempersiapkan dimana titik letak jalanan rusak itu. keesokan harinya saya berangkat dan mencoba mengingat apa yang selama ini saya pelajari tentang jalanan rusak itu. ternyata jalanan rusak itu tidak separah apa yang saya bayangkan, tapi ada beberapa titik jalanan rusak yang saya lupa sehingga saya harus berpikir keras untuk mengingatnya kembali. saya sudah hampir menyerah tapi setelah saya berusaha, saya kembali mengingatnya, dan akhirnya saya s...