Pernah "Hampir" Menyerah
Kemarin saya berpergian jauh untuk
menyembuhkan kegagalanku dan tidak ingin ku bersedih lagi, segala keadaan selalu
ku pasrahkan. Entah mengapa kegagalan itu terus-menerus menghantuiku. Ini bukan
cerita tentang cinta.
Kemarin saya berjuang bersama teman-teman, mengerjakan laporan dan belajar bersama saat menjelang malam. Hari-hariku tidak pernah lelah tanpa semangat hampir seperti cara minum obat belajarku yaitu tiga kali sehari. Selesai ketemu dosen bimbingan laporan saya mengikuti bimbingan belajar di kampus dan melanjutkan belajar kelompok dengan waktu empat jam lebih, kita menikmati pembahasan pelajaran itu sambil menikmati cemilan. Bagaimana mungkin orang bisa belajar dengan durasi waktu yang lama tanpa mengisi perut, mau nyiut nyiut kah lambung kamu itu. tanyaku.
Setelah saya mengulang semuanya dengan metode baru tanpa mengingat kegagalanku, akhirnya saya berhasil melewati ujian yang kedua kalinya.
Cerita ini akan saya lanjutkan untuk di jadikan Novel.

Comments
Post a Comment